Monday, February 11, 2019

Ketika Jokowi Heran, Pabrik Mebelnya Kalah dari Bisnis Sang Pisang.

Foto: Dok. detikFood


Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita mengenai bisnis milik Kaesang Pangarep, anak bungsu dari orang nomor satu di Indonesia itu. Jokowi heran bisnis sang anak telah menyalip kesuksesan pabrik mebel miliknya.
Hal itu disampaikan Jokowi lewat akun Instagram miliknya, seperti dilihat detikFinance, Minggu (10/2/2019). Jokowi mengaku awalnya menganggap remeh bisnis Sang Pisang yang dirintis Kaesang. 
"Apa sih ini pisang goreng nugget ini? Kenapa Kaesang tak mau mengurus perusahaan mebel yang saya rintis dari nol?," ujar Jokowi.

Jokowi baru menaruh perhatian kepada bisnis sang anak setelah mengetahui Sang Pisang sudah memiliki 54 cabang. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun penasaran ongkos produksi dan omzet yang didapat Kaesang.
Jokowi pun tak mau menyepelekan bisnis yang digerakkan oleh anak anak muda seperti Kaesang. Seperti saat berkunjung ke outlet Tuku Kopi yang juga dimiliki oleh anak muda, di mana Jokowi harus antre untuk mencicipi karena saking ramainya.
"Ternyata, produk minuman kopi Tuku Kopi yang harganya Rp18.000 itu memang berkualitas tinggi, tidak kalah dengan merek asing," sebutnya.

Jokowi berpesan kepada pemilik Tuku Kopi untuk melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka lebih banyak gerai.
Pada sebuah kesempatan di Festival Terampil 2019 di The Kasablanka Hall, Jakarta, baru baru ini, Jokowi juga berpesan agar anak anak muda tidak mudah menyerah. Mereka punya peluang untuk mengembangkan apa saja.
"Kemarin saya menyampaikan agar mereka jangan gampang mengeluh kalau menghadapi persoalan atau hambatan. Dari masalah dan hambatanlah kita bisa belajar banyak," tambahnya.

Trio Hamdani - detikFinance

Thursday, February 7, 2019

Mayora Diminta Bikin Pabrik di Rusia, Mendag Minta Sukhoi Bangun Pabrik di Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita



JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam lima tahun belakangan, produk kopi Mayora lewat merek Torabika telah berhasil diterima dengan baik di pasar Rusia. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva mengatakan, dengan makin kuatnya Mayora di pasar Rusia diharapkan akan ada kerja sama positif dalam perdagangan Indonesia dan Rusia.   Bahkan dirinya menginginkan Mayora membangun pabrik di Rusia. "Dengan pabrik itu akan beri kesempatan baik bagi Mayora untuk menjangkau pasar Rusia dan juga negara Eurasia," kata Vorobieva, Rabu (6/2/2019).
Vorobieva juga mengungkapkan kedua negara tidak dalam kondisi perang dagang. Sehingga diharapkan kerjasama kedua negara diperkuat khususnya di bidang ekonomi. Dirinya bahkan secara terbuka mengungkapkan produk CPO dari Indonesia pun sejatinya diterima dengan baik di negaranya. "Kami harap kedepan Indonesia juga akan beli produk high tech asal Rusia dan juga bisa mengambil produk pertanian seperti gandum," sebutnya. Sementara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, sejatinya Indonesia tak hanya ingin dikenal sebagai eksportir komoditas CPO maupun tambang saja. Melainkan juga ingin dikenal dengan eksportir produk bernilai tambah seperti produk makanan atau minuman seperti Mayora. Mengenai potensi pembangunan pabrik, Enggar juga berharap Mayora ke depan dapat mewujudkan rencana pembangunan pabrik di Rusia. Hal ini juga menurut dia, tanda agar hubungan Indonesia dan Rusia tak hanya sekedar politik dan bilateral tetapi juga ekonomi. Seperti kemauan Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin. "Saya tentu akan dorong Mayora untuk bangun pabrik di Rusia. Seperti halnya saya minta Sukhoi untuk bangun pabrik di Indonesia," kata Enggar, Rabu (6/2/2019).
Enggar menyebutkan, produk Mayora Group akan dimasukkan dalam daftar komoditas imbal dagang (counter trade) dengan Sukhoi buatan Rusia. Sebab, selama ini produk Mayora sudah banyak dikirim ke Rusia. Begitupula, Indonesia banyak membeli pesawat tempur Sukhoi. Mengenai kelanjutan, Kemdag masih menunggu tindak lanjut dari kementerian terkait, salah satunya Kementerian Pertahanan (Kemhan). Jika memungkinkan, Kemendag akan memasukkan produk Mayora dalam daftar komoditas untuk imbal dagang ini. "Kita masih tunggu perkembangan lebih lanjut untuk counter trade itu. Kita tunggu dari kementerian lain lain. Kalau jadi, kita selipin produk Mayora," ucapnya. Presiden Direktur PT Mayora Indah Tbk, Andre Sukendra Atmadja menjelaskan untuk bisa membangun pabrik tentunya harus ada skala ekonomis yang harus dicapai. Menurut dia, perusahaan masih mempelajari pembangunan fasilitas produksi di Rusia. "Skala ekonomisnya tentu harus bisa mendapatkan 100 juta dollar AS dalam setahun baru feasible membangun pabrik," kata Andre, Rabu (6/2/2019). Adapun tahun 2019 ditargetkan akan ada 2.000 kontainer produk Mayora yang di kirim ke Rusia. Jumlah kontainer tersebut setara 40 juta dollar AS. Mayora Group didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di Tangerang. Saat ini Mayora Group memiliki 29 pabrik. Ada 24 pabrik di Indonesia dan lima pabrik di luar negeri. Emiten berkode saham MYOR ini memproduksi dan memiliki delapan divisi yang masing masing menghasilkan produk berbeda namun terintegrasi. Mayora menjalankan bidang usaha industri biskuit, kembang gula, wafer, coklat, kopi, sereal, minuman kemasan dan makanan instant serta memasarkan produknya di pasar lokal dan luar negeri. (Eldo Christoffel Rafael) 


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mayora Diminta Bikin Pabrik di Rusia, Mendag Minta Sukhoi Bangun Pabrik di Indonesia", https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/06/224600626/mayora-diminta-bikin-pabrik-di-rusia-mendag-minta-sukhoi-bangun-pabrik-di

Editor : Erlangga Djumena


Tuesday, February 5, 2019

Pertimbangan Kawasaki Tunjuk Indonesia Basis Produksi Ninja 125.

Kawasaki Ninja 125 tampil perdana di Intermot, Cologne, Jerman (2/10/2018)


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) ditunjuk oleh prinsipal untuk menjadi basis produksi Ninja 125. Bukan buat pasar domestik, melainkan dirakit guna memenuhi permintaaan global atau tepatnya diekspor ke negara-negara di Eropa. Menurut Line Head Sales and Production Department Marketing and Sales Division KMI Sucipto Wijono, prinsipal yang menentukan hal tersebut dan tentunya dengan berbagai pertimbangan. Sucipto menjelaskan, salah satunya yakni setiap negara misal antara Indonesia dan Thailand punya karakter sendiri dalam memproduksi sepeda motor. "Dasarnya kalau yang diproduksi di Thailand ini rata-rata 2 dan 4 silinder, sedangkan di Indonesia 1, dan 2 silinder. Jadi prinsipal pun tentunya memilirkan biaya produksi juga," ucap Sucipto saat berbincang dengan Kompas.com belum lama ini di kawasan Jakarta Selatan.
Sucipto melanjutkan, meskipun dipercaya untuk merakit motor sport tersebut bukan berarti juga bisa menjualnya di Indonesia. Lagi pula arahan dari prinsipal Kawasaki di Jepang, hanya dirakit untuk memenuhi pasar motor di Eropa.
"Lagi pula Ninja di Indonesia sudah dikenal dengan motor sport berperforma, jadi kita tidak mungkin untuk menjual versi 125 di Indonesia. Meskipun permintaan tinggi, tetapi balik lagi hanya prinsipal yang bisa menentukan itu semua," ujar Sucipto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertimbangan Kawasaki Tunjuk Indonesia Basis Produksi Ninja125", https://otomotif.kompas.com/read/2019/02/06/082200515/pertimbangan-kawasaki-tunjuk-indonesia-basis-produksi-ninja-125
Penulis : Aditya Maulana
Editor : Agung Kurniawan.

Monday, February 4, 2019

Selama Januari Dana Asing Masuk Indonesia Rp 34 T.

Selama Januari Dana Asing Masuk Indonesia Rp 34 T


Jakarta, CNCB Indonesia - Total dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia selama Januari 2019 mencapai Rp 33,72 triliun. Aliran dana asing yang masuk tersebut relatif besar menyusul adanya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. 
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) selama Januari 2019, total dana atau net buy (beli bersih) investor asing mencapai Rp 14,36 triliun. 
Nilai tersebut sudah memperhitungkan transaksi pembelian saham saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) oleh Sumitomo Mitsui Banking Corporation senilai Rp 14,28 triliun dan penjualan saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) ke PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) senilai Rp 12,96 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, dana asing yang masuk ke pasar surat utang negara (SUN) mencapai Rp 19,36 triliun. 
Ini dihitung dari selisih nilai kepemilikan asing yang tercatat pada awal Januari 2019 senilai Rp 893,48 triliun. Dan pada awal Februari nilai kepemilikan asing tercatat sebesar Rp 912,84 triliun. 
Pada awal 2019, pasar keuangan dunia sempat diguncangkan dengan ancaman perlambatan ekonomi dunia. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi salah satu pemicunya, yang menjadi dua kekuatan utama ekonomi dunia.
Perlambatan ekonomi ekonomi AS, khususnya, lalu direspons bank sentral atau The Federal Reserve (The Fed). Sikap Hawkish Jerome Powell berubah 180 derajat menjadi Dovish. 
The Fed tak lagi ngotot untuk menaikkan suku bunga hingga tiga kali tahun ini, seperti rencana semula. The tercatat beberapa kali merubah proyeksi kenaikan suku bunga, jadi dua kali, satu kali atau tidak sama sekali. 
Kondisi tersebut membuat pasar keuangan global berubah arah, pasar negara maju tak lagi menjadi pilihan utama. Pasar negara berkembang (emerging market) jadi tempat peralihan, termasuk Indonesia. 
Faktor inilah yang menjadi pemicu dana asing masuk ke pasar saham domestik selama Januari 2019. Masuknya dana pemodal asing tersebut membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Hingga akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah tehadap dolar AS pada level Rp 13.950/US$. Nilai tukar ini jauh lebih baik dibandingkan 2018 yang sempat menyentuh level Rp 15.000/US$.

Bisnis Rumah Murah Bakal Tokcer di Tahun Babi Tanah.

Bisnis Rumah Murah Bakal Tokcer di Tahun Babi Tanah


Jakarta, CNN Indonesia -- Prospek bisnis menjadi hal yang paling diperhatikan dalam pergantian tahun baru berdasarkan penanggalan Tionghoa alias Imlek. Tak jarang masyarakat percaya prospek itu bisa terbaca lewat shio dan unsur yang mewakili tahun tersebut. 

CEO ARA Hunter Hendra Martono mengatakan 2019 merupakan tahun yang dilambangkan dengan shio babi, unsur tanah, dan sifat yin. Dalam peruntungan China, tahun ini bisa memberikan hoki pada unsur tanah dengan skala kecil, misalnya penjualan rumah murah dengan harga di bawah Rp1 miliar. 

Sementara bisnis berunsur tanah skala besar, menurutnya, tetap bisa memperoleh cuan asal bermain di proyek-proyek yang menyasar kalangan masyarakat menengah ke bawah. Misalnya, membangun perumahan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Sifat yin ini cenderung ke hal yang lebih kecil. Jadi kalau jual rumah atau apartemen Rp2-3 miliar mungkin kurang laku, tapi yang lebih kecil seperti Rp500-800 juta kemungkinan lebih dapat berkah," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/2). 

Tak hanya yang berunsur tanah, hoki juga bisa didapat sektor usaha berunsur kayu, seperti perkebunan. Misalnya, sektor industri minyak sawit mentah (Crude Palm Oils/CPO). Menurutnya, sektor ini bisa lebih baik pada tahun ini ketimbang tahun lalu karena harga CPO di pasar internasional juga menandakan perbaikan. 

Unsur lain yang bisa memperoleh untung, yaitu logam, baik yang bersifat besar maupun kecil, seperti alat berat, besi, mineral, hingga jasa keuangan perbankan. Khusus untuk perbankan, Hendra bilang, sektor usaha ini terbantu dengan perkembangan teknologi. Artinya, layanan pembayaran digital diperkirakan bakal meroket tahun ini. 

"Bisnis e-commerce (perdagangan online) juga bisa naik, tapi tergantung produknya, misalnya yang prospeknya bagus produk kecantikan," terangnya.

Sedangkan unsur yang kurang akrab dengan tanah, seperti api dan air, diperkirakan bakal cukup sulit pertumbuhannya pada tahun ini. Usaha berunsur api misalnya energi, kelistrikan, hingga kuliner. 

"Kuliner itu kan masaknya pakai api, itu baik yang restoran besar hingga yang kecil agak kesulitan. Dapur mungkin terus mengebul, kejar setoran, tapi cuannya kurang," jelasnya. 
Selanjutnya, bisnis di unsur air, yaitu penjualan data dan pulsa, software, transportasi, hingga hal yang berkaitan dengan distribusi, seperti kelogistikan. Hal ini, katanya, sudah terkonfirmasi dengan kenaikan tarif logistik nasional, sehingga pertumbuhan sektor usaha ini bisa tertekan.

Secara keseluruhan, ia melihat kondisi bisnis dan perekonomian cenderung membaik pada tahun ini dibandingkan tahun lalu, meski keduanya diwakili oleh unsur tanah. Hal ini karena pengaruh karakteristik shio yang mewakili masing-masing tahun. 

Pada 2018 lalu, shio yang mewakili adalah anjing. Karakteristik anjing kerap digambarkan merupakan binatang yang tidak sabar dan mudah menggonggong. Sedangkan tahun ini dengan shio babi, cenderung lebih penyabar. 

Senada, ahli fengshui Suhu Yo mengatakan kondisi bisnis dan ekonomi bisa lebih baik pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. "Anjing itu karakternya rusuh, suka menggonggong, makanya ekonomi tahun lalu lebih bergejolak, tapi tahun ini bisa lebih santai, adem, saham-saham mulai naik," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan unsur yang paling cuan tahun ini ialah tanah dan logam, seperti permobilan, konstruksi, hasil bumi pertanian dan perkebunan, jasa keuangan, muatan kapal, hingga hasil laut. Sedangkan yang kurang beruntung seperti hasil pertambangan, batu bara, minyak, alat listrik, hingga kuliner. 

Sementara berdasarkan shio, kambing, anjing, dan kelinci merupakan shio yang paling cocok dengan babi, sehingga bisa ikut mendapat keberuntungan. Kemudian, shio naga, macan, kerbau, dan kuda berada di tengah-tengah. "Ini seolah diberi jalan, tapi hokinya tidak besar sekali," imbuhnya. Selanjutnya, shio ayam merupakan shio yang harus bekerja keras agar bisa mendapat hoki tahun ini. Sedangkan shio ular dan monyet disebut minim keberuntungan.

Saturday, February 2, 2019

Para Taipan Berlomba-lomba Masuk Bisnis Jalan Tol.

Ilustrasi jalan tol.


JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek infrastruktur, termasuk jalan tol menjadi andalan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Sejalan dengan itu, korporasi besar mulai melirik proyek jalan bebas hambatan tersebut. Beberapa perusahaan yang selama ini belum menyentuh bisnis jalan tol mulai bermunculan memprakarsai proyek tol. Setelah Grup Astra, Grup Salim, dan Surya Semesta Internusa (SSIA), kini Grup Gama mulai merangsek bisnis jalan bebas hambatan. Mengutip Kontan.co.id, Jumat (1/2/2019), kabarnya Grup Gama berencana menggarap proyek jalan tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo. Di proyek tersebut, mereka menggandeng PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Grup Gama adalah perusahaan milik taipan duo Sitorus, yakni Ganda dan Martua. Direktur Keuangan ADHI Enthus Asnawi mengatakan, bisnis jalan tol memang cukup prospektif. "Menarik karena investasinya yang panjang," ujar dia saat dihubungi KONTAN, Selasa (29/1/2019). Selain menggaet Gama Grup, ADHI bakal mengerjakan proyek itu bersama PT Daya Mulia Turangga. Soal investasi, Enthus belum bisa menyebutkan lantaran masih dalam proses perhitungan. Namun proyeksi lelang konstruksi akan dilaksanakan pada April tahun ini. Korporasi lain yang siap ekspansi jalan tol adalah PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Tahun lalu META resmi berada di bawah kendali Grup Salim melalui PT Metro Pacific Tollways Indonesia, setelah sebelumnya di bawah bendera Grup Rajawali. Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menilai semakin banyak perusahaan berbisnis jalan tol bukan hambatan. "Justru itu sebagai peluang untuk bekerjasama. Kami selalu melihat peluang membangun dan mengembangkan proyek jalan tol," tutur dia. Atas dasar itulah META telah menyiapkan rencana ekspansi bisnis, termasuk memprakarsai pembangunan jalan tol di wilayah prospektif. META mengalokasikan belanja modal Rp 3 triliun untuk memuluskan target memperpanjang konsesi jalan tol. Saat ini, META membangun jalan tol layang AP Pettarani, Makassar, sepanjang 4,3 km. Proyek itu akan menelan investasi Rp 2,2 triliun dan ditargetkan rampung pada Agustus 2020. Bukan hanya perusahaan swasta, operator jalan tol pelat merah juga tak kalah agresif membangun jalan tol. Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Agus Setiawan menyebutkan, sepanjang tahun lalu mereka telah menyelesaikan enam proyek jalan tol. "Tahun lalu, kami menyelesaikan pembangunan jalan tol sepanjang 318 km," ungkap dia. Tahun ini, JSMR siap menggarap proyek jalan tol Jakarta–Cikampek Elevated, Cinere–Serpong, Serpong–Kunciran, Kunciran–Cengkareng, Pandaan–Malang, Manado–Bitung, Balikpapan–Samarinda, lanjutan Bogor Ring Road. "Kami dalam persiapan proyek jalan tol Probolinggo–Banyuwangi," beber Agus. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Para Taipan Berlomba-lomba Masuk Bisnis Jalan Tol", https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/01/132014726/para-taipan-berlomba-lomba-masuk-bisnis-jalan-tol

Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Rupiah Perkasa, Tembus Level di Bawah Rp 14.000.

Ilustrasi rupiah dan dollar AS



JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada pukul 13.30 WIB menguat signifikan dan menembus Rp 13.984 per dollar AS di data pasar spot Bloomberg, Kamis (31/1/2019). Angka tersebut menguat 147 poin atau 1,04 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan, Rabu (30/1/2019). Sementara, pada pembukaan perdagangan hari ini nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 14.040 per dollar AS. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia ( BI) Nanang Hendarsah menjelaskan, pergerakan nilai tukar rupiah yang cukup tajam ditopang  pelepasan valuta asing (valas) oleh investor asing dan perbankan karena kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve), hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) yang memutuskan tidak mengubah suku bunga acuannya dengan statement dovish. " The Fed akan bersabar dalam membuat keputusan perubahan FFR ke depan dan mengindikasikan kemungkinan memperlambat proses normalisasi neraca The Fed," ujar Nanang kepada Kompas.com, Kamis (31/1/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Perkasa, Tembus Level di Bawah Rp 14.000", https://ekonomi.kompas.com/read/2019/01/31/143638226/rupiah-perkasa-tembus-level-di-bawah-rp-14000
Penulis : Mutia Fauzia
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan